Monday, April 7, 2014

Bagaimana Mengurus Perpanjangan KEUR/KIR dan Surat Izin Pengusaha Angkutan (SIPA) di Bekasi

Pelanggan dan calon pelanggan MTF Transport - Sewa Pick Up untuk pindahan dan angkutan barang, pada tanggal 7 April 2014 kami melakukan perpanjangan uji KIR di kantor Dishub Kota Bekasi. KIR kendaraan kami seharusnya habis pada 11 April 2014.

Sebagai saran untuk perpanjangan KIR sebaiknya dilakukan di hari dimana KIR tersebut habis, karena perpanjangan KIR dilihat dari tanggal pengujiannya sampai 6 bulan ke depan.

Kantor Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Kota Bekasi, di Bulak Kapal, Bekasi Timur yang beritanya sementara dialihkan ke Rawalumbu Bekasi ternyata masih beroperasi.
Driver kami bertanya ke petugas DLLAJ di bawah flyover Summarecon (dekat SPBU di Jl. Juanda) dan diarahkan ke Bulak Kapal. Karena driver kami seorang diri maka ditawarkan bantuan untuk mengurus KIR tersebut, namun driver kami hendak mengetahui prosesnya sendiri sehingga terpaksa ditolak.
Sampai lokasi pukul 08.30 driver kami langsung diarahkan untuk mengikuti antrian kendaraan yang lebih dulu datang. Sebelumnya di luar area banyak sekali orang-orang yang menawarkan bantuan/calo untuk pengurusan KIR, namun hanya dilewati saja. Di dalam, banyak sekali kendaraan yang antri sehingga untuk sampai ke bagian pengecatan peneng (menghapus tanggal kadaluwarsanya dengan cat hitam) sekitar 1 jaman.
Karena driver kami sendirian maka ada seseorang yang menawarkan bantuan lagi untuk mendaftarkan dokumen ke dalam gedung di area pengecatan peneng. Karena driver kami sedang antri kendaraan dan tidak memungkinkan untuk parkir serta melihat kondisi area yang penuh sesak, maka dengan terpaksa driver kami menerima tawaran tersebut, sambil meneruskan antrian.

Sangat disarankan jika hendak mengurus KIR sendiri tanpa bantuan calo sebaiknya bawa teman atau jika sendiri kendaraan diparkirkan dulu sebelum ikut antrian.

Orang tersebut meminta Buku KIR, SIPA (Surat Ijin Pengusaha Angkutan) yang lama dan fotocopy KTP pemilik mobil tanpa meminta uang atau bernegosiasi mengenai biaya.
Diserahkan semua dokumen yang diperlukan dan driver melanjutkan antrian sampai bagian pengujian.

Di dalam sudah ada petugas yang membawa berkas uji unit kami dan siap melakukan pengujian.
Kemudian mobil diuji Lampu-lampu, klakson, lampu parkir mundur, kemudian dicek kolong mobil tersebut, dan terakhir melakukan tes rem dengan bantuan alat khusus yang ada di area pengujian.
Semua proses tersebut selesai sekitar 15-20 menitan dan unit kami keluar dari area pengujian pukul 11.30.

Karena pengujian sudah selesai maka kami hubungi orang yang membantu pengurusan dokumen di dalam dan kami diminta untuk memarkirkan kendaraan di tempat parkir dan menunggu di luar.
Sampai pukul 13.00 driver kami gelisah karena belum dihubungi oleh orang yang membantu tersebut sehingga setelah dikonfirmasi lagi ternyata dokumen kami terselip dan harus menunggu lagi.
Sambil menunggu driver kami berkomunikasi dengan orang-orang yang juga sedang menunggu pengurusan KIR nya dan mendapat informasi kalau rata-rata biaya yang dikeluarkan jika melalui calo adalah Rp.350.000 untuk kendaraan kecil/paling murahnya.
Sedangkan dari obrolan juga didapat informasi kalau mengurus sendiri biaya nya berkisar sekitar Rp.140.000, namun jika mengurus sendiri katanya untuk SIPA dan IMB nya harus ditunggu lagi sekitar satu minggu.

Akhirnya buku KIR, SIPA dan IMB yang baru kami terima pada pukul 14.10 dan membayar biaya pada orang yang membantu tersebut sebesar Rp.300.000 (sudah total dengan SIPA, IMB dan iuran ORGANDA).
Untuk informasi masa perpanjangan KIR 6 bulan, SIPA dari Dispenda Kota Bekasi 1 tahun dan IMB (Ijin Muat Barang) dari Dispenda Kabupaten Bekasi berlaku selama 6 bulan. Kami juga membayar iuran ORGANDA tiap 6 bulan, disitu tertera iuran pada periode ini Rp.10.000 (iuran pertama dulu Rp.50.000).
Mobil keluar dari area dan membayar parkir yang telah ditentukan oleh petugas sebesar Rp.4000, lalu di pos berikutnya membayar uang retribusi Rp.6000 (semua tanpa karcis/tanda terima).
Demikian pengalaman kami dalam perpanjangan uji KIR di Dishub Kota Bekasi.

Berikut sedikit teori yang kami dapat dari website lain:

KIR berasal dari bahasa Belanda: KEUR, adalah adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan.


Secara umum KIR/KEUR wajib pada kenderaan Plat Nomor Kuning seperti : taksi, rentcar, mobil penumpang umum, bus, truk. Tetapi tidak selalu harus plat kuning, kendaraan yg dipakai untuk keperluan niaga, parawisata juga harus melakukan UJI KIR.

Pelaksanaan Pengujian kendaraan bermotor di Unit PKB (Pemeriksaan Kenderaan Bermotor) di Kantor Samsat Daerah. Pemeriksaan dilakukan oleh Penguji yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. Masa pengujian kendaraan bermotor dilakukan enam bulan sekali.

Hasil dari KIR kendaraan bermotor dibuktikan dengan dikeluarkannya BUKU KIR dan Bukti KIR yaitu Segel KIR yang ditempel di Plat Nomor Kendaraan Bermotor dan yang disebut dengan “peneng”.


Pada pengujian, objek yang diperiksa adalah:

  1. Sistem pengereman dan daya pengereman
  2. Lampu-lampu dan daya pancar lampu utama
  3. Emisi gas buang
  4. Dimensi dan bobot kendaraan
  5. Sistem kemudi beserta kaki-kakinya
  6. Speedometer

Prosedur Pengajuan KIR Baru :

  1. Mengisi formulir permohonan,
  2. Foto copy KTP pemilik Kendaraan,
  3. Foto copy BPKB,
  4. Memiliki Ijin Trayek untuk Angkutan Umum,
  5. Memiliki bukti pembayaran biaya uji,
  6. Memiliki sertifikat uji type/pengesahan rancangan bangun dan rekayasa kendaraan,
  7. Membawa kendaraan ke unit pelaksana pengujian.


Prosedur Perpanjangan KIR:

  1. Permohonan uji,
  2. STNK Asli yang masih berlaku,
  3. KTP pemilik kendaraan
  4. Buku Uji, apabila hilang harus ada keterangan dari Polri,
  5. Bukti pembayaran biaya uji,
  6. Membawa kendaraan ke unit pelaksana pengujian.



Biaya pengajuan dan perpanjangan KIR:

  • Sesuai dengan ketentuan daerah masing-masing.


6 comments:

  1. Saya cukup bingung sama kelakuan dishub bekasi terkadang, saya pribadi menggunakan mobil box kecil sering kali saya di minta SIPA pdhal mobil saya berdomisili Jakarta Utara. Saya sudah ke kantor bekasi dkt fly over ahmad yani dr 1thn lalu semenjak SIPA saya mati, tdk bisa buat utk plat jakarta sekarang kata petugas nya. Yang saya mau pertanyakan Apakah ada surat SIPA jakarta? Terima kasih jika ad yg bs menjawab pertanyaan sya

    ReplyDelete
  2. Petugas Dishub itu selalu mencari kesalahan yang tidak mendasar, ujungnya minta uang, pemerasan

    ReplyDelete
  3. Trims info nya dan sukses selalu boss..
    http://www.cargobarang.com/

    ReplyDelete
  4. sdh waktunya gan aturan kayak gini sipa, ibm, itu dihapus walikota. pemkot bekasi..karean semua ini syarat pungli, pemerasan oknum culas dishub terhadap mobil bok, pick up, truck luar kota yg hanya melintas pasti akan disetop,,kena razia disitulah pemerasan terjadi..YG KYK GINI HRS PEMERINTAH JELI BERANTAS SAJA/HILANGKAN SIPA/IBM DISHUB BEKASI...RAWAN PENYIMPANGAN....PENYALAH GUNAAN WEWENANG..SOPIR YG SENGSARA CARI MAKAN MALAHAN DIPERAS DIJALAN,,,TDK SADARKAH KALIAN PEMBUAT PERATURAN TPI MALAH BIKIN RUSAK SEMUA....JIKA MAU TAMBAHAN APBN DAERAH KHUSUS MOBIL BEKASI SAJA..YG MOBIL LUAR KOTA TDK TERMASUK ATURAN ITU....

    ReplyDelete
  5. BUAT KIR PICK UP BOX, TRUCK SDH OTOMATIS BAYAR IURAN TRMASUK SIPA, IBM....KHUSUS BEKASI SAJA TAPI MOBIL LUAR KOTA TDK DIKENAKAN KARENA TDK DOMISILI DIBEKASI,,,JIKA MOBIL LUAR KOTA DIKENAKAN...ANEH BIN AJAIB MEREKA SOPIR HANYA MELINTAS SAJA DIJALAN TERSEBUT...BAGAIMANA MUNGKIN BUAT SIPA SEGALA....AHOK / JOKOWI TURUNLAH KALIAN..BERANTAS OKNUM DISHUB BEKASI YG SUKA MERAZIA MOBIL JKARTA KARENA TAK PUNYA SIPA BEKSI...UJUNG2NYA UANG LIAR DIJALAN PASTI KELUAR......KONDISI INI MENCIPTAKAN KEZALIMAN, PUNGLI ...BAGI OKNUM DISHUB MUSLIM KAMI nasehati anda tempat serendah rendahnya kalian diakhirat adalah neraka saqer yg akan membakar kalian karena membuat susah umat termasuk sopir...itu nasehat keras buat kalian....

    ReplyDelete